"Iya" Bisa Berarti "Tidak"
Secara kamus, jawabannya sederhana: iya berarti setuju. Titik. T api dalam kehidupan nyata, iya sering kali jauh dari kata persetujuan. Kita semua pernah mengucapkannya. Iya yang diucapkan sambil menghela napas. Iya yang disertai senyum kaku. Iya yang diakhiri dengan diam panjang. Anehnya, lawan bicara tetap pulang dengan keyakinan bahwa semuanya beres—padahal tidak ada yang benar-benar disetujui. Mengapa satu kata yang sama bisa membawa makna yang berlawanan? Makna bahasa tidak pernah berdiri sendirian. Ia selalu hidup bersama konteks, relasi, dan situasi. Kata iya tidak hanya dibentuk oleh bunyi dan huruf, tetapi juga oleh siapa yang berbicara, kepada siapa, dan dalam posisi apa. Ketika seorang bawahan berkata iya kepada atasan, sering kali itu bukan tanda persetujuan, melainkan tanda bahwa ia mendengar—atau tidak punya ruang untuk menolak. Dalam kondisi seperti ini, iya lebih dekat ke “say...